Tiba saat mengerti, jerit suara hati..
Letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada
Mohon tinggal sejenak,
lupakanlah waktu
Temani air mataku, teteskan lara
Merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi
Tentang balas dendam mungkin hanya ada dua
pilihan. Bersikap tenang setenang-tenangnya keikhlasan,menghadap Tuhan
untuk menukarnya dengan kebahagiaan ATAU memilih salah satu dr 1001
pikiran jahat,lalu bersiap mengotori tangan dengan sikap yang
merendahkan diri karena mengikuti emosi yang melebihi nyala api..
Satu hal yang tidak akan mungkin pernah kamu pahami. Cinta itu memaafkan..
Bisa saja aku mendatangimu. Menamparmu jika perlu.Memakimu dengan sebutan bajingan seperti dalam sinetron murahan. Lalu pergi begitu saja. Melupakan.. Tapi
itu tidak pernah ku lakukan.. Bagaimana mungkin diri ini merendahkan,
sedang diluar sana beberapa orang setia mengingatkan bahwa aku lebih
pantas dimuliakan dengan sebaik-baiknya perasaan ?
Satu hal yang juga mungkin tidak akan benar-benar kamu pahami. Jika karma itu tidak ada, perhitungan Tuhan itu pasti.
Saat dusta mengalir, jujurkanlah hati
Genangkan batin jiwamu, genangkan cinta
Seperti dulu, saat bersama, tak ada keraguan
Kita sudah sama-sama dewasa, tapi kadang masih saja seperti anak
kecil. Berusaha membohongi perasaan kita seolah-olah itu akan ada
gunanya.
Suatu hari, mungkin kita berdua akan benar-benar saling melupakan.
Mungkin hanya sesekali ingat ketika mengunjungi tempat-tempat yang dulu
pernah kita datangi berdua atau mendengar lagu yang dulu pernah kita
dengarkan bersama.
Dimasa depan kita hanya akan menjadi kenangan. Sesuatu yang akan
selalu kita rindukan. Seperti menabung rindu, tapi tentu saja bukan lagi
untuk bertemu. Karena kita berdua tahu kita hanya bagian dari masa lalu
dan memang sebaiknya tidak lagi tinggal disitu. Tabungan rindu itu
hanya bisa kita urai kenangannya satu per satu. Tapi tetap, masih tidak
untuk bertemu. Ya, seperti itu. Seperti itu pun tidak apa-apa.
Mungkin suatu hari kita akan bertemu lagi. Seperti waktu itu, setelah
sekian lama kita bisa kembali tertawa dan bercanda berdua sambil
menatap senja berlama-lama. Tapi kali kita bertemu lagi suatu hari
nanti, mungkin semua itu akan kita lakukan dengan penuh pura-pura seolah
tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita. Seperti itu pun tidak
apa-apa.
Cinta ‘kan membawamu
kembali disini,
menuai rindu
Membasuh perih
Bawa serta dirimu, dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya
Atau bisa jadi juga, suatu hari antara kamu dan kekasihmu melakukan
percakapan atau candaan persis seperti yang pernah kita lakukan dulu,
lalu pada jeda tertentu terdiam karena tiba-tiba saja sosokku memenuhi
kepalamu dan semua kenangan tentang percakapan dan candaan kita yang
sama menyenangkannya dulu membuat batinmu berbisik ‘Dulu. Dulu aku
pernah melakukan hal yang sama saat masih bersamanya’. Seperti itu pun
juga tidak apa-apa..
Cinta itu memaafkan. Tapi itu tidak akan menghentikan proses dimana
kita berdua akan benar-benar saling melupakan dan pada akhirnya hanya
akan menjadi kenangan..
Tiba saat mengerti, jerit suara hati
Letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada
Mohon tinggal sejenak, lupakanlah waktu
Temani air mataku, teteskan lara
Merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi
Menjadi apa pun nanti kita pada akhirnya, tidak apa-apa. Meski jika
boleh jujur, aku tidak pernah menginginkan hal itu. Aku ingin kita
adalah aku dan kamu, disini, berdua, menjadi apapun kita selama itu
nyaman untuk berdua, masih saling perduli meski tidak boleh lagi
melibatkan hati, masih saling menyapa dan bertanya kabar atau sesekali
bertukar cerita tapi kita tetap sama-sama menjaga agar kenyamanan yang
bisa kita saling berikan tidak lagi menghanyutkan perasaan. Bukan aku
dan kamu yang seperti sekarang ini, berbeda tempat, bersama orang
lainnya masing-masing, dan hanya mampu saling mengenang saja.
Tapi bagaimanapun juga, sepertinya, seperti sekarang ini pun tidak
apa-apa. Hari ini saja. Biarkan aku sejenak berlama-lama mengingat
cerita tentang kita. Bahagianya, tertawanya. Lalu melupakan lagi
semuanya. Seperti itu pun tidak apa-apa.
I miss that moment. I miss the feeling being loved by someone. Someone like you, especially.
Bawa serta dirimu, dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya