Selasa, 26 Mei 2015
Seperti itu pun tak apa
Tiba saat mengerti, jerit suara hati..
Letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada
Mohon tinggal sejenak,
lupakanlah waktu Temani air mataku, teteskan lara
Merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi
Tentang balas dendam mungkin hanya ada dua pilihan. Bersikap tenang setenang-tenangnya keikhlasan,menghadap Tuhan untuk menukarnya dengan kebahagiaan ATAU memilih salah satu dr 1001 pikiran jahat,lalu bersiap mengotori tangan dengan sikap yang merendahkan diri karena mengikuti emosi yang melebihi nyala api..
Satu hal yang tidak akan mungkin pernah kamu pahami. Cinta itu memaafkan..
Bisa saja aku mendatangimu. Menamparmu jika perlu.Memakimu dengan sebutan bajingan seperti dalam sinetron murahan. Lalu pergi begitu saja. Melupakan.. Tapi itu tidak pernah ku lakukan.. Bagaimana mungkin diri ini merendahkan, sedang diluar sana beberapa orang setia mengingatkan bahwa aku lebih pantas dimuliakan dengan sebaik-baiknya perasaan ?
Satu hal yang juga mungkin tidak akan benar-benar kamu pahami. Jika karma itu tidak ada, perhitungan Tuhan itu pasti.
Saat dusta mengalir, jujurkanlah hati
Genangkan batin jiwamu, genangkan cinta
Seperti dulu, saat bersama, tak ada keraguan
Kita sudah sama-sama dewasa, tapi kadang masih saja seperti anak kecil. Berusaha membohongi perasaan kita seolah-olah itu akan ada gunanya.
Suatu hari, mungkin kita berdua akan benar-benar saling melupakan. Mungkin hanya sesekali ingat ketika mengunjungi tempat-tempat yang dulu pernah kita datangi berdua atau mendengar lagu yang dulu pernah kita dengarkan bersama.
Dimasa depan kita hanya akan menjadi kenangan. Sesuatu yang akan selalu kita rindukan. Seperti menabung rindu, tapi tentu saja bukan lagi untuk bertemu. Karena kita berdua tahu kita hanya bagian dari masa lalu dan memang sebaiknya tidak lagi tinggal disitu. Tabungan rindu itu hanya bisa kita urai kenangannya satu per satu. Tapi tetap, masih tidak untuk bertemu. Ya, seperti itu. Seperti itu pun tidak apa-apa.
Mungkin suatu hari kita akan bertemu lagi. Seperti waktu itu, setelah sekian lama kita bisa kembali tertawa dan bercanda berdua sambil menatap senja berlama-lama. Tapi kali kita bertemu lagi suatu hari nanti, mungkin semua itu akan kita lakukan dengan penuh pura-pura seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita. Seperti itu pun tidak apa-apa.
Cinta ‘kan membawamu kembali disini,
menuai rindu
Membasuh perih Bawa serta dirimu, dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya
Atau bisa jadi juga, suatu hari antara kamu dan kekasihmu melakukan percakapan atau candaan persis seperti yang pernah kita lakukan dulu, lalu pada jeda tertentu terdiam karena tiba-tiba saja sosokku memenuhi kepalamu dan semua kenangan tentang percakapan dan candaan kita yang sama menyenangkannya dulu membuat batinmu berbisik ‘Dulu. Dulu aku pernah melakukan hal yang sama saat masih bersamanya’. Seperti itu pun juga tidak apa-apa..
Cinta itu memaafkan. Tapi itu tidak akan menghentikan proses dimana kita berdua akan benar-benar saling melupakan dan pada akhirnya hanya akan menjadi kenangan..
Tiba saat mengerti, jerit suara hati
Letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada
Mohon tinggal sejenak, lupakanlah waktu
Temani air mataku, teteskan lara
Merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi
Menjadi apa pun nanti kita pada akhirnya, tidak apa-apa. Meski jika boleh jujur, aku tidak pernah menginginkan hal itu. Aku ingin kita adalah aku dan kamu, disini, berdua, menjadi apapun kita selama itu nyaman untuk berdua, masih saling perduli meski tidak boleh lagi melibatkan hati, masih saling menyapa dan bertanya kabar atau sesekali bertukar cerita tapi kita tetap sama-sama menjaga agar kenyamanan yang bisa kita saling berikan tidak lagi menghanyutkan perasaan. Bukan aku dan kamu yang seperti sekarang ini, berbeda tempat, bersama orang lainnya masing-masing, dan hanya mampu saling mengenang saja.
Tapi bagaimanapun juga, sepertinya, seperti sekarang ini pun tidak apa-apa. Hari ini saja. Biarkan aku sejenak berlama-lama mengingat cerita tentang kita. Bahagianya, tertawanya. Lalu melupakan lagi semuanya. Seperti itu pun tidak apa-apa.
I miss that moment. I miss the feeling being loved by someone. Someone like you, especially.
Bawa serta dirimu, dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya
Langganan:
Postingan (Atom)



