Minggu, 14 Juni 2015

~ 11 Juni 2015 ~

Bismillahirohmanirrahim..
Assalamualaikum wr.wb
Malam ini saya sengaja posting di blog tentang seorang teman bukan hanya sekedar teman sih, tapi sudah saya anggap seperti saudara saya sendiri.. iyaaa kemarin dia sudah mendapatkan gelar di belakang namanyaa... Happy Gradution yaaa teman terbaikku Maretta Fitria Utami, S.Pd :)
Ini Foto waktu yudisum

Maretta Fitria Utami, S.Pd
Yaaa walaupun sebenernya saya belum pernah ngerasain gimana bahagianya mendapatkan gelar di belakang nama  heheeh.. syudah Abaikan saya, saya ga penting kok :'D

Oke balik ke topik utama kita yaaa... sekali lagi barakillaah temanku atas wisuda nya kemarin  :)
Dear Tami... Setiap akhir adalah awal permulaan yang baru... selamat datang di dunia baru mu.. Semoga Ilmunya Berkah, semakin Allah tambahkan pula jalan - jalan keluasan ilmu..  "Happy Gradution my Lovely sista"..
Kau tahu, Allah menciptakanmu begitu istimewa, Selamat menikmati apa yang disebut "Indah Pada Waktunya" semoga berkah segala perjuangan yang telah terlewati dsan bersiap untuk perjuangan selanjutnyaaa :)
Barakillaah, semoga menjadi sarjana yang penuh manfaat... terus berkarya dan terus ukir prestasinya.. Sukses Dunia Akhirat ... :) Aaamiiiinnnnn O:)

Me With Maretta Fitria Utami, S.Pd
Abaikan Muka Saya  :'D
Tepat tanggal 11 Juni 2015
Rasa senang dan bahagia diringi suka cita..
Ketika dia baru keluar dari Auditorium, dan menghampiri kita di lapangan depan Auditorium (Ayah, Ibu, Nenek, Kak Ulil, dan Saya) saya melihat matanya berkaca - kaca.. yaa aku tahu betapa bahagianya setelah berjuang selama lebih kurang 4tahun melawan rasa malas, melawan rasa bosan belajar dan akhirnya hari yang di nantikan setiap mahasiswa / mahasiswi di belahan bumi manapun akhirnya tiba... betapa bahagianya hari itu...
Tami & Ayah






Begitulah perasaan seseorang yang baru saja wisuda iyaaa kan mi? hehhehe :')
Wisuda adalah prosesi dari awal perjuangan yang mungkin sudah selesai jika kita melihat dari beresnya perkuliahan, namun pada hakikatnya hidup tidaklah ada hentinya, justru itu awal dari perjuangan kita karena setelah wisuda terlewatkan ada tanggung jawab yang lebih dan harus kita urus dengan baik.  Apalagi ketika sudah mengembang titel  S.Pd,  atau apapun itu kehdiupan kita harus selalu diperbaiki dan harus menjadi contoh yang baik... Titel baru pun telah di dapat dan sekarang siap terjun ke masyarakat untuk mengamalkan semua ilmu-ilmu yang telah di dapatkan di bangku kuliah..


Sekali lagi selamat yaaa atas wisuda nya semoga bisa merubah pendidikan yang ada di Indonesia ini... dan semoga bisa menghasilkan generasi anak didik yang lebih berkualitas lagi sebelumnya.... :) Aaamiiinnn..



Sebagai seorang teman tentu kita harus bersuka cita bersama merasakan kebahagiaan teman yang baru saja selesai wisuda..






Sekian dan terimakasih :)

Selasa, 26 Mei 2015

Seperti itu pun tak apa


Tiba saat mengerti, jerit suara hati..
Letih meski mencoba  
Melabuhkan rasa yang ada

Mohon tinggal sejenak, 
lupakanlah waktu Temani air mataku, teteskan lara  
Merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi

Tentang balas dendam mungkin hanya ada dua pilihan. Bersikap tenang setenang-tenangnya keikhlasan,menghadap Tuhan untuk menukarnya dengan kebahagiaan ATAU memilih salah satu dr 1001 pikiran jahat,lalu bersiap mengotori tangan dengan sikap yang merendahkan diri karena mengikuti emosi yang melebihi nyala api..

Satu hal yang tidak akan mungkin pernah kamu pahami. Cinta itu memaafkan..
Bisa saja aku mendatangimu. Menamparmu jika perlu.Memakimu dengan sebutan bajingan seperti dalam sinetron murahan. Lalu pergi begitu saja. Melupakan.. Tapi itu tidak pernah ku lakukan.. Bagaimana mungkin diri ini merendahkan, sedang diluar sana beberapa orang setia mengingatkan bahwa aku lebih pantas dimuliakan dengan sebaik-baiknya perasaan ?
Satu hal yang juga mungkin tidak akan benar-benar kamu pahami. Jika karma itu tidak ada, perhitungan Tuhan itu pasti.

Saat dusta mengalir, jujurkanlah hati  
Genangkan batin jiwamu, genangkan cinta  
Seperti dulu, saat bersama, tak ada keraguan

Kita sudah sama-sama dewasa, tapi kadang masih saja seperti anak kecil. Berusaha membohongi perasaan kita seolah-olah itu akan ada gunanya.
Suatu hari, mungkin kita berdua akan benar-benar saling melupakan. Mungkin hanya sesekali ingat ketika mengunjungi tempat-tempat yang dulu pernah kita datangi berdua atau mendengar lagu yang dulu pernah kita dengarkan bersama.

Dimasa depan kita hanya akan menjadi kenangan. Sesuatu yang akan selalu kita rindukan. Seperti menabung rindu, tapi tentu saja bukan lagi untuk bertemu. Karena kita berdua tahu kita hanya bagian dari masa lalu dan memang sebaiknya tidak lagi tinggal disitu. Tabungan rindu itu hanya bisa kita urai kenangannya satu per satu. Tapi tetap, masih tidak untuk bertemu. Ya, seperti itu. Seperti itu pun tidak apa-apa.

Mungkin suatu hari kita akan bertemu lagi. Seperti waktu itu, setelah sekian lama kita bisa kembali tertawa dan bercanda berdua sambil menatap senja berlama-lama. Tapi kali kita bertemu lagi suatu hari nanti, mungkin semua itu akan kita lakukan dengan penuh pura-pura seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita. Seperti itu pun tidak apa-apa.

Cinta ‘kan membawamu kembali disini, 
menuai rindu  
Membasuh perih Bawa serta dirimu, dirimu yang dulu  
Mencintaiku apa adanya

Atau bisa jadi juga, suatu hari antara kamu dan kekasihmu melakukan percakapan atau candaan persis seperti yang pernah kita lakukan dulu, lalu pada jeda tertentu terdiam karena tiba-tiba saja sosokku memenuhi kepalamu dan semua kenangan tentang percakapan dan candaan kita yang sama menyenangkannya dulu membuat batinmu berbisik ‘Dulu. Dulu aku pernah melakukan hal yang sama saat masih bersamanya’. Seperti itu pun juga tidak apa-apa..
Cinta itu memaafkan. Tapi itu tidak akan menghentikan proses dimana kita berdua akan benar-benar saling melupakan dan pada akhirnya hanya akan menjadi kenangan..

Tiba saat mengerti, jerit suara hati
Letih meski mencoba  
Melabuhkan rasa yang ada
 
Mohon tinggal sejenak, lupakanlah waktu  
Temani air mataku, teteskan lara  
Merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi

Menjadi apa pun nanti kita pada akhirnya, tidak apa-apa. Meski jika boleh jujur, aku tidak pernah menginginkan hal itu. Aku ingin kita adalah aku dan kamu, disini, berdua, menjadi apapun kita selama itu nyaman untuk berdua, masih saling perduli meski tidak boleh lagi melibatkan hati, masih saling menyapa dan bertanya kabar atau sesekali bertukar cerita tapi kita tetap sama-sama menjaga agar kenyamanan yang bisa kita saling berikan tidak lagi menghanyutkan perasaan. Bukan aku dan kamu yang seperti sekarang ini, berbeda tempat, bersama orang lainnya masing-masing, dan hanya mampu saling mengenang saja.
Tapi bagaimanapun juga, sepertinya, seperti sekarang ini pun tidak apa-apa. Hari ini saja. Biarkan aku sejenak berlama-lama mengingat cerita tentang kita. Bahagianya, tertawanya. Lalu melupakan lagi semuanya. Seperti itu pun tidak apa-apa.

I miss that moment. I miss the feeling being loved by someone. Someone like you, especially. 

Bawa serta dirimu, dirimu yang dulu  
Mencintaiku apa adanya