Minggu, 21 September 2014

TERUNTUK SAHABAT TERCINTA

Bismillahirahmanirahim ... 
Sahabat,.. Mungkin engkau bertanya mengapa kutuliskan cerita ini padamu, padahal kamu mengenal aku sebagai orang yang tak pernah serius memikirkan sesuatu.

Sahabat...Saidina Ali bin Abi Thalib ra., berkata bahwa iman seseorang itu adalah laksana air laut, terkadang ia pasang dan terkadang pula ia surut. Mungkin begitulah aku saat ini, sahabat.. Mungkin saat ini imanku sedang pasang sehingga aku mau menyambung tali ukhuwah kepadamu, tapi mungkin besok aku kembali seperti yang engkau kenal sebelumnya,.. yach,.. Aku akui kalau aku hanyalah seorang manusia yang belum bisa memegang teguh iman secara utuh, aku masih diliputi nafsu keduniawian yang kadang membuat aku selalu terkekang didalamnya.

Sahabat,…Mari kita merenungi perjalanan kita selama ini.Kita bertanya pada diri sendiri. Apa yang telah kita lakukan selama ini? Apakah kita telah melakukan sesuatu yang memberi manfaat untuk orang lain? Apakah kita telah memberi manfaat untuk agama? Apakah kita telah mengerjakan sesuatu untuk kebaikan saudara-saudara kita?

Sahabat,..Sejak terlahir kita telah di bai`at sebagai seorang muslim. Karena orang tua kita juga adalah muslim. Al Quran dan Assunah menjadi pegangan hidup kita. Kita baca Al Quran disetiap kesempatan, kita dengarkan untaian hadits disetiap waktu. Namun terkadang, apa yang kita baca dan kita dengar, hanyalah membaca dan mendengar tanpa ada aplikasi dalam kehidupan kita.

Sahabat,…Munafiqkah kita? Masih pantaskah kita mengharapkan syafa’at beliau kelak di hari akhir?? Sedangkan kadar ibadahku, kadar kesetiaanku lebih kecil dari perumpamaanan buih dilautan.

Seorang guru mengatakan bahwa syafa`at ialah ibarat kain untuk menambal sebuah baju, dan ibadah kita adalah ibarat baju tersebut. Tapi apakah ibadahku bisa berbentuk sebuah baju ataukah hanya secarik kain yang hanya cukup untuk menjadi sebuah lap yang hanya berguna untuk membersihkan meja dan lantai tetapi tak akan cukup untuk menutupi aurat kita. Cukupkah? Cukupkah ibadahku untuk mengharap syafa`at beliau kelak di kemudian?

Sahabat,…Ketika kita bersedih tentang penderitaan saudara-saudara kita nun jauh disana. Ketika kita marah atas penindasan pada saudara-saudara kita disana. Ketika kita menangis atas syahidnya saudara kita disana..Tapi kita menjadi buta, buta akan tetangga kita, buta akan saudara kita disini…disini… diperempatan jalan, di dalam bis kota, di sekitar tempat pembuangan sampah..

Mereka adalah saudara kita sahabat…saudara kita yang terlupakan, padahal mereka juga merintih,…mereka juga menangis,dan juga tertindas…Tertindas oleh keadaan

Lihatlah sahabat….Lihat anak kecil itu, berlari-lari di perempatan sambil melantunkan nyanyian..Lihatlah saudara kita yang menyebarkan kotak amal di bis kota..Lihatlah saudara kita yang mengais rejeki sambil mengorek sampah..Lihatlah seorang bayi yang di tetek ibunya dipinggir jalan berdebu..

Terlihatkah? Sahabat kita yang menenteng sebuah proposal untuk sebuah yayasan yatim piatu

Nampakkah? Saudara kita yang menjual pamplet untuk kehidupan sekumpulan kaum fakir?

Masihkah kita bisa melihat mereka sahabat??

Sahabat,..Kita terlalu dininabobokan oleh mimpi..Mimpi bahwa kita akan kembali berjay aMimpi bahwa kita pernah menaklukkan andalusia Mimpi bahwa kita pernah menguasai daratan eropa Padahal kita sekarang tertindas, tertindas di negeri sendiri,..Negeri yang masih mendengarkan adzan di Subuh hari Negeri yang masih menyedian waktu untuk saling bertausiyah saling, mengingatkan, dan saling menjaga ukhuwah

Sahabat….Dulu masih sering ku dengar dan kulantunkan sebuah syair tentang ketidakberdayaan..Setiap Subuh dan setelah Jumat, kudengar dan kulantunkan sebait syair,.,

Ilahi lastu lil firdausi ahlawa laa aqwa alaan naril jahiimifa habli tauubatan, wa ighfir dunubifa innaka ghafirund danbil adzimi

Allah kami bukanlah ahli syurga-Munamun kami tidak kuat keneraka-Mu terima taubat kami, ampunkan dosa kami jadikanlah kami orang yang terampuni

Sebuah syair tentang ketidakberdayaan yang mengingatkan kita akan ke-takabur-an ke-ria-an diri kita..

Semoga masih ada waktu untuk kita merenungi dan memperbaiki diri..Semoga sahabat….

''Sahabat Terbaik adalah orang yang jika kamu melihatnya ia mengingatkanmu kepada Allah, yang lisannya menambahkan ilmu bagimu, yang amalannya  mengingatkanmu akan akhirat'' (HR. ath-Thabrani)

Salam terkasih ...Dari Seorang Sahabat ....

Selasa, 09 September 2014

Mungkin, Aku Terlalu Berharap Banyak

Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba tiba merasakan perasaan yang aneh.
Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari hariku.
Hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong di hatiku.
Tak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu.
Aku menjadi takut kehilangan kamu.
Aku sulit jauh darimu, aku membutuhkanmu seperti aku butuh udara. Napasku akan tercekat jika sosokmu hilang dari pandangan mata. Salahkah jika kamu selalu kunomorsatukan?

Tapi... entah mengapa sikapmu tidak seperti sikapku. Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Tatapan matamu tak setajam tatapan mataku. Adakah kesalahan di antara aku dan kamu? Apakah kamu tak merasakan yang juga aku rasakan?

Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku, karena kamu memang tak pernah sibuk memikirkanku.
Berdosakah jika aku seringkali menjatuhkan air mata untukmu? Aku selalu kehilangan kamu, dan kamu juga selalu pergi tanpa meminta izin. Meminta izin? Memangnya aku siapa? Kekasihmu? Bodoh! Tolol! Hadir dalam mimpimu pun aku sudah bersyukur, apa lagi bisa jadi milikmu seutuhnya. Mungkinkah? Bisakah?

Janjimu terlalu banyak, hingga aku lupa menghitung mana saja yang belum kamu tepati. Begitu sering kamu menyakiti, tapi kumaafkan lagi berkali kali.
Lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu. Pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus namun kau hempaskan dengan begitu bulus. Seberapa tidak pentingkah aku?
Apakah aku hanyalah persimpangan jalan yang selalu kau abaikan juga kautinggalkan?

Apakah aku tak berharga di matamu? Apakah aku hanyalah boneka yang selalu ikut aturanmu? Di mana letak hatimu?! Aku tak bisa bicara banyak, juga tak ingin mengutarakan semua yang terlanjur terjadi. Aku tak berhak berbicara tentang cinta, jika kauterus tulikan telinga. Aku tak mungkin bisa berkata rindu, jika berkali-kali kauciptakan jarak yang semakin jauh. Aku tak bisa apa-apa selain memandangimu dan membawa namamu dalam percakapan panjangku dengan Tuhan.

Ingatkah perkataanmu selalu menghancurleburkan mimpi-mimpiku? Apakah aku tak pantas bahagia bersamamu? Terlau banyak pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku mencintaimu yang belum tentu mencintaiku. Aku mengagumimu yang belum tentu paham dengan rasa kagumku.

Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tahu, di manakah kauletakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Tapi, kamu pasti enggan menjawab dan tak mau tahu soal rasa penasaranku. Siapakah seseorang yang telah beruntung karena memiliki hatimu?

Mungkin... semua memang salahku. Yang menganggap semuanya berubah sesuai keinginanku. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari teman. Salahkah jika perasaanku bertumbuh melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya sebagi teman, tapi juga sebagai seseorang yang bergitu bernilai dalam hidupku.

Namun, semua jauh dari harapku selama ini. Mungkin, memang aku yang terlalu berharap terlalu banyak. Akulah yang tak menyadari posisiku dan tak menyadari letakmu yang sengguh jauh dari genggaman tangan. Akulah yang bodoh. Akulah yang bersalah!

Tenanglah, tak perlu memerhatikanku lagi. Aku terbiasa tersakiti kok, terutama jika sebabnya kamu. Tidak perlu basa-basi, aku bisa sendiri. Dan, kamu pasti tak sadar, aku berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.

Menjauhlah. Aku ingin dekat-dekat dengan kesepian saja, di sana lukaku terobati, di sana tak kutemui orang sepertimu, yang berganti-ganti topeng dengan mudahnya, yang berkata sayang dengan gampangnya.

dari seseorang yang kehabisan cara
membuktikan rasa cintanya

#DS

Rabu, 04 Desember 2013

Jika Dia Bukan Jodohku

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku, aku tak ingin mencintai orang yang salah ...
Sungguh walaupun melupakannya sangat menyakitkan, aku berusaha untuk sanggup, gugurkanlah satu persatu dengan perlahan semua kenangan ...
Kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku, karena jika semua terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku..

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku ...
Aku akan merasa bersalah dan mengutuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah jodohku ...
Aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi di hatiku, tapi demi keridhoan-Mu, apa yang tidak akan aku lakukan?

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah kumohon jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku ...
Karena itu hanya akan membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingat-Mu ...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah jauhkanlah sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku ...
karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya ...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah jauhkanlah sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagiku ...
Karena sungguh atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya ...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah janganlah membuatku berbangga hati ketika menerima pesan darinya, hilangkanlah perasaan itu ...
Karena sungguh, aku akan selalu menunggu dengan berdebar-debar balasan pesan pesan selanjutnya ...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah janganlah membuatku selalu rindu mengaitkan hati padanya ...
Karena sungguh sangatlah menyakitkan jikalau aku tau bahwa dia tidak rindu padaku ...
Padahal merindukanMu lebih pantas diatas segala-galanya ...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah janganlah membuatku terus berharap kelak ia akan menjadi jodohku ...
Karena sungguh, sudah ada orang yang kelak menungguku di ujung sana, ialah jodohku sebenar-benarnya ...
Satu lagi pintaku ya Allah, jangan terus membuatku terlena akan-nya, krena aku harus memperbaiki dan memantaskan diri bagi jodohku diujung sana ...

Senin, 14 Oktober 2013

Dear God


Dear God...

Malam ini tepat tahun kedua saya merayakan hari raya idul adha tanpa keluarga yang komplit...
Tanpa ayah, tanpa ibu, dan tanpa my littel sister...
Air mataku selalu menetes saat melihat orang orang di sekitar ku, anak anak sebayaku berkumpul tertawa bersama keluarga nya yang lengkap....

Sempat merasakan iri kepada mereka yang masih mempunyai keluarga yang lengkap, terlebih lagi besok pagi, dimana dulunya saya sholat bardampingan sama ibuku tapi nanti tahun keduaku sholat tanpa ibuku :'( aku sangaat merindukan beliau yaa allah..
Aku ingin berjumpa sama mereka walau pun hanya di dalam mimpi..

Rasanya hidup yang aku jalani sangaat berat tanpa mereka, anak seusiaku masih terlalu kecil, masih membutuhkan bimbingan mereka.. tapi mau tidak mau aku harus bisa lebih dewasa..
Aku harus bisa melewati ujian dari engkau yaa Rabb...
Karena masih ada dua orang lagi yang menjadi tanggungan ku..
Aku sekarang menjadi kepala keluarga sekali pun ibu dari adik adikku.. anak seusiaku ini sudah memikul beban yang teramat beriat dari engkau yaa alla...
Dimana anak seusiaku masih ingin bersenang senang, bermanja manja sama orang tua, tapi aku? Harus kerja keras banting tulang supaya bisa bertahan hidup di duniamu yang keras ini..
Terlebih lagi aku harus mendidik adik adikku..

Kapan engkau berikan kebahagiaan buat diriku..  kenapa hanya cobaan demi cobaan yang engkau berikan kepadku yaa allah..
Kalo aku di takdirkan hidup di dunia ini hanya untuk merasakan penderitaan , selalu engkau berikan cobaan yang bertubi tubi, tanpa pernah merasakan kebahagiaan.. aku ikhlasyaa allah aku ikhlasss..
Mungkin aku manusia terhina, manusia yang tidak pantas meraakan kebahagin dari mu yaa allah..

Aku selalu berdoa kepadamu yaa Rabb, semoga tidak ada anak seusiaku yang merasakan cobaan yang engkau berikan kepadaku.. cukup aku yang mengalami cobaan ini semua..

Rabu, 09 Oktober 2013

Jodoh Dunia Akhirat

Kumerayu Pada Allah yang tahu isi hatiku
dimalam hening aku selalu mengadu
Tunjukan Padaku...

Kuaktifkan radarku mencari sosok yang dinanti
Kuikhlaskan Pengharapanku dihati
Siapa Dirimu...

Dalam kesabaran kumelangkah menjemputmu
Cinta dalam hati akan aku jaga
hingga Allah persatukan kita....

Jodoh Dunia Akhirat
Namamu Rahasia
Tapi kau ada dimasa depanku

Kusebut dalam doa
Kuikhlaskan rinduku
Kita bersama melangkah ke Surga, Abadi...

“Bukan Cinta yang memilihmu, Tapi Allah yang memilihmu... Untuk ku cintai...





#Kang Abay

Senin, 07 Oktober 2013

Thank You :)

Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatu :)
Sudah Lama yaa saya ga posting di blog ini.. hehehehe biasa sibuk.. sibuk menyendiri wkwkwkw..
baiklah kali ini saya mau  posting sesuatu, sesuatu yang paling berharga pengalaman yang saya rasain sendiri..
Saya tidak mau berpanjang lebar karena Panjang Kali Lebar itu sama dengan Luas hehehehe :D jadi langsung pada intinya saja yaaa...

Facebook? Apaan seh itu? Sejenis makanan? 
Kayaknya nggak ada yaa orang nanya pertanyaan 'innocent' kayak gitu !!
Semua orang fimiliar banget sama situs jejaring sosial ini. Dimana-mana ngomongin facebook, anak SD pun kebanyakan sudah punya akun situs pertemanan ini. Bahkan saya sering mendenger anak-anak sekolah didepan rumah ku bilang "eh, nama facebook kamu apa?  add aku doong..." 
hadeehh anak SD aja udah punya tuh ! ckckck- 
Nggak hanya itu ada beberapa film dan ftv di Indonesia juga mengangkat cerita tentang facebook. Nah saya salah satu dari ratusan ribu facebooker yang punya banyak cerita dari 'muka-buku' ini.

Boleh dibilang facebook juga telah mengajarkan saya banyak hal (kayaknya gak cukup di sebutin disini :D ).
Dari facebook saya kenal seseorang, seseorang yang telah masuk di kehidupan ku. Namanya *** (sstt do not said that name, hehehe).
dari facebook juga saya mengenal mereka.. mereka orang orang yang selalu saya banggakan..
semenjak saya kehilangan orang orang yang aku sayangi ( Ayah, Ibu sama Adik ku ) saya terpuruk sangaat sangaatt kehilangan mereka..

Tapi, mereka orang orang yang aku kenal di Socmed selalu mensupport ku, membantuku walau hanya dengan nasihat nasihatnya saja, berkat mereka aku merasa ga sendirian, aku merasa hidup di dunia maya.. aku menemukan kehidupan baruku disana.. Terima kasih banyaak buat teman teman Socmed saya yang sudah baik sama saya, makasih banyaaakk kalian uda mau menghiburku dan udah ngeluangin waktu kalian buat aku.. terimaksih buat kak diko, kak echi, vivi, dan adik adik angkatku :) terimakasih buat Tya, hellen juga terima kasih banyaak :) aku senang sudah bisa kenal kalian di Socmed :) 
kalian keluarga keduaku di dunia maya ketika saya mulai merasakan kejenuhan di dunia nyata kalian selalu menghiburku sampai sampai saya lupa waktu dan sudah terlena di dunia maya :')
aku sayang kalian sampai kapan pun kalian akan selalu ada di sini di dalam hati saya kalian teman terbaikku.. suatu saat aku bakal mengunjungi kalian :)

Teman teman ku dulu disekolah selalu support saya, yaah saya beruntung banget bisa kenal sama mereka, mereka teman teman terbaiku di dunia ini.. yaaa walaupun kita jarang bangeet dulu disekolah yang namanya Nongkrong bareng tapi dari kejadian itu saya bisa menilai mana yang benar benar tulus temenan sama saya mana yang cuma mau enaknya aja.. terima kasih buat kalian "Maretta Fitria Utami, Erlita Rolliza, Ica Marsela, Septalia Pratiwi, Ratna Asih" kalian emang terbaik.. teman terbaik :) aku gak akan pernah ngelupain kalian seumur hidupku :D




Dan Terlebih lagi aku mau ngucapin sama temen Madrasa aku dulu makasih bangeett yaa kalian uda mau ngertiin aku.. walaupun dulu di MTs kita itu sering banget berantemnya.. paling banyaak ributnya, ngerusuh nyaa dan kumpulnya itu jarang bangettt malah kebanyakan musuhannya... saya pikir persahabatan kalo jalannya mulus mulus banget itu ga asik juga.. mungkin allah menguji persahabatan kita itu lewat yaa itu tadi banyak banget masalahnya, kebanyakan berantemnya dari pada sama sama nya.. paling ga habis pikir kita uda SMA uda beda sekolah tapi masih aja sering berantemnya inget banget nih kata kata ini yang sering kita ucapin "Aku ga mau temenan sama kamu lagi, mulai sekarang anggap saja kita ga pernah saling kenal" !!
aneh nya sehari gak berantem sama kalian itu ada rasa kangen nyaa :D , sekarang baru terasa setelah kita udah padah berjauhan.. udah mengejar cita cita kita masing masing, Rasa kangen itu mulai ada :') dan kalo kumpul itu pun cuma setahun sekali... sekarang saya sadar kalo kalian emang sahabat terbaikku..
waktu kejadian tanggal 19 Agustus 2012 kalian bela belain dateng kerumah ku cuma mau menghiburku, tapi sayangnya saya belum pulang kerumah thanks bangeett yaaak beib sudah ngeluangin waktu kalian buat kerumah yaah sekali pun kalian ga ketemu aku secara langsung :( sekali lagi makasih banyaak yaa buat kamu "Vety Komala Sari, Lita Tryani, dan teman teman yang lainnya yang udah dateng :') kalian Sahabat sekaligus Teman berantem terbaik saya :D wkwkwkw *Pisss*

Segini aja deh ceritanya, yang pasti aku akan terus menjalani hidupku, tanpa orang tuaku..   
Aku tahu... Beratnya perjuangan ini, kehidupan ini, beban ini bukan karena Engkau tak mau meringankan nya.. tentu saja sangat mudah bagiMU Rabb...
Tapi aku yakin, Engkau ingin mengajariku... agar dengan beratnya beban ini aku semakin kuat dan langkahku semkin mantab...
Kuatkan aku, Allahu Rabbi..

Senin, 05 Agustus 2013

Kendala Move On

Naahh.. Kali ini gue mau ngebahas tentang Move On, kendala atau masalah yang sering dialamin sama anak-anak muda jaman sekarang. Udah nggak heran juga kan kalian kalau baca kalimat Move On? Yaps, mungkin juga yang lagi baca ini lagi ngalamin yang namanya kendala susah move on. Untungnya gue udah keluar dari kendala atau masalah ini. Alhamdulillah..
     Kenapa kali ini gue bahas kendala move on? Ya karna gue mau cocokin sama perasaan-perasaan anak jaman sekarang aja, yang susah move on, yang susah lupa, yang susah berpaling dari mantan pacarnya itu yang mungkin sangat disayangnya. Susah emang sih kalau udah sayang. Jadi ya jelas aja kalau jadi susah berpaling gitu setelah putus atau pisah sama pacarnya. Apalagi kalau putusnya karna hal yang nggak jelas alesannya, tiba-tiba main diputusin gitu aja, yang padahal kitanya lagi dalam keadaan sayang-sayangnya sama dia, lagi butuh-butuhnya sama dia, dan lagi nggak pengen banget jauh dari dia. Beuh.. Udah pasti itu sedih banget ya, dan ya itu.. Jadi susah move on.
     Nah, di sini kadang juga yang udah ninggalin kita tanpa alesan itu nggak tau diri, seenaknya, dan seakan-akan dia itu adalah orang yang nggak punya hati. Kenapa? Iya.. Disaat kita lagi berusaha buat ngelupain semuanya, mau coba buat buka lembaran baru dengan menghilangkan segala bayangan tentang dia, eh dia malah tiba-tiba dateng lagi dengan sms atau bbm “Heh, sombong nih.. Hehe, apa kabar kamu?”  buseeehh.. nanyain kabar seolah dia nggak punya salah sedikitpun. “WOOOYY.. KABAR GUE PASTINYA LUMAYAN NGENES JUGA LAAAAHH!!”, dalam hati menjawab pada saat dia menanyakan kabar. Tapi beda sama jawab  pesan dia langsung “Baik-baik aja kok.. Baik banget malah.”. Hmm.. biasanya yang jawab gitu itu tuh cewek, ya biar keliatan tegar dan nggak apa-apa aja gitu. Cewek kan gitu, dia pinter banget nyembunyiin perasaannya. Dia lagi nyesek atau sakit hati kalau ditanya gitu jawabnya juga nggak apa-apa. Apalagi kalau ditanya sama mantan pacarnya yang udah nyia-nyiain itu. Biasa.. Gengsi.
     Semua orang pasti pernah kali ya ngerasain yang namanya susah move on, dapet kendala-kendala disaat kita lagi beranjak mau move on. Yaiyalah, itu tandanya kita yang susah move on sangat merasa banget kehilangan pas lagi sayang-sayangnya, kita juga punya hati, perasaan yang benar-benar sayang yang ngebuat makanya kita jadi susah move on. Dan gue malah berpikiran, orang yang susah move on itu justru keren dan hebat, disaat dia sudah ditinggalkan dan disia-siakan, dia masih bisa sayang dan susah ngelupain gitu, selalu keingetan terus, selalu kepikiran terus, pokoknya hebat deh. Betapa tulusnya perasaan itu. Beda sama dia yang setelah putus langsung punya pacar lagi seakan langsung lupa dan nggak ada beban. Eh tapi jangan salah, biasanya yang move onnya cepet, yang langsung punya pacar pada saat baru putus itu yang nyeselnya belakangan, disaat kita udah move on dan berhasil lupa sama dia, naaahh.. Dia nanti yang baru ngerasain nyesel dan selalu kepikiran kita, jadinya dia deh yang susah move on. Rasain deh tuh! Emang enak!
     Move on emang nggak gampang, butuh perjuangan yang sangat extra bila kita sudah benar-benar menyayanginya. Gagal move on itu adalah kekalahan, tapi jangan juga mentang-mentang udah kalah, kamu harus tetep stuck di situ aja. Belajar dari kekalahan, belajar dari kesalahan. Coba lagi, lagi dan lagi. Tuhan pasti akan membantu umatnya yang selalu mau berusaha dan mencoba. Kalau nantinya kamu udah bisa lupa dan move on dari dia, siapa juga yang bahagia? Kamu kamu juga kan? Yang nantinya bakal nyesel siapa? Ya dia yang udah nyia-nyiain ketulusan kamu. Udahlah, semua itu udah pasti ada balasannya. Jangan terlalu pusing karna susah move on, intinya terus berusaha untuk menempuh bahagia. Coba acuhkan bila dia datang dan pergi seenaknya begitu aja. SEMANGAAATTTT!
     Di sini juga,  gue punya pengalaman pribadi tentang susahnya move on, bahkan sedikit rumit dan menurut gue, gue kali ya yang bego. Haha, soalnya temen gue sering banget bilang gue bego karna masalah ini. Tapi gue nggak perduli, karna yang namanya perasaan itu nggak ada yang bego, namanya juga udah sayang, ya mau diapain juga tetep aja kita pasti bakal tetap bertahan, dalam kondisi apapun itu. Mau kita udah disia-siain, nggak dianggep penting, udah sering disakitin,  tapi kalau yang namanya udah sayang dan hati milih tetep bertahan mau gimana? Kadang suka rumit sih, dipikiran kita ada rasa mau ninggalin, tapi takut nanti nyesel, kalau terus bertahan, sama aja nyiksa hati dan batin. Sedih..
    Gue dulu pernah sayang banget sama seseorang, tapi gue disakitin terus, gue disia-siain terus, bahagiapun cuma sedikit yang gue rasain. Udah gitu, dia nggak punya perasaan banget, setelah lama gue sabar, ngalah dan selalu sabar.. Eh malah dia yang tiba-tiba pergi buat ninggalin gue. Nyesek nggak? Pastinya nyesek ya.. Iya. Nah, disitu gue bener-bener masih sayang, dan coba perlahan gue mau lupain. Tapi inget ya, move on itu bukan suatu keharusan dan kewajiban, jadi nggak usah dipaksain, biarin aja berjalan dengan sendirinya. Seiring berjalannya waktu rasa itu juga pasti ilang dengan sendirinya. Begitupun juga gue waktu itu, nggak gue paksain. Tapi ada aja kendalanya, dia malah dateng lagi kayak nggak ada dosa, dan yang bikin sering gue dikatain bego itu, ya karna gue selalu welcome dan menerima dia dengan baik, dan timbulah perasaan itu lagi. Ah, pokoknya f*ck lah.
     Tapi yaudahlah, menurut gue, perjalanan menuju move on itu memang pasti ada aja kendalanya, cobaannya, masalahnya, memang pasti ada. Itulah yang dinamain batu sandungan diperjalanan menuju kebahagiaan, nggak ada yang mulus. Jadi buat kalian yang susah move on, ayo bangkit dan semangat. Jangan terlalu dipaksain, semakin kita paksa buat ngelupain, bayangan dia akan semakin muncul juga. Dan coba, sedikit acuh dan cuek dengan dia yang sedang kita usahain buat lupain, jangan terlalu welcome. Masih banyak kebahagiaan yang menanti kita di luar sana, bukan hanya memikirkan yang itu itu aja, yang buat kita semakin menderita. Semoga kalian yang masih susah move on bisa cepet move on dan bahagia sama yang lebih baik ya.. Sekian aja tulisan dari gue ini, udah kepanjangan.. Sebenernya masih panjang, tapi nanti kalian keburu ngantuk karna bete ngebacanya. Hahaha.. Selamat move on!